Pengembangan pertanian ke masa depan kini tengah diarahkan pada teknologi pertanian organic. Hal ini sejalan dengan permintaan pasar terhadap keberadaan Jagung Organik yang cukup tinggi. PT. Tri Harmoni Abadi sebagai salah satu Perusahaan Agrobisnis terkemuka, tengah melirik sektor ini dengan mengetengahkan Teknologi Budidaya Jagung Organik dengan pengaplikasian yang efisien, murah dan efektif.
Pertumbuhan produksi jagung di Indonesia pada tahun 1980-an cukup tinggi, yaitu 6,9% per tahun, tercatat produksi jagung 3,999 juta ton meningkat menjadi 6,774 juta ton pada tahun 1990. World bank memproyeksikan kenaikan total permintaan jagung tahun 1995 – 2010 naik rata-rata 3,2% per tahun. Tahun 2001 luas pertanaman jagung di Indonesia sekitar 3 juta ha dengan hasil rata-rata 2,1 ton/tahun dengan total produksi nasional 6,3 juta ton/tahun.Berbagai penelitian menunjukkan produksi jagung memiliki keunggulan komparatif baik sebagai subtitusi impor untuk promosi ekspor. Sehingga peluang budidaya pada tanaman jagung ini masih memberi peluang besar untuk dikembangkan dan ditingkatkan volume serta produktifitasnya.
- Efektifitas Waktu Dengan penerapan teknologi terpadu dari PT. Tri Harmoni Abadi, panen dapat diperoleh dengan mempersingkat waktu panen dari biasanya - Efesiensi Tenaga Kerja dapat menghemat tenaga kerja dan Penanaman jagung dalam skala besar akan mampu menyerap tenaga kerja yang cukup banyak mulai dari persiapan lahan sampai pasca panen. - Hasil yang Maksimal Tanaman jagung direkomendasikan jarak 70 x 30 cm sehingga terbentuk ± 47.619 lubang/Ha yang diharapkan produksinya diatas 10 ton. Namun kita targetkan minimal 8 ton kering dengan kadar air 14%. - Hasil Uji efektifitas BPTP SulSel Memperlihatkan usaha tani dengan sisitem TOT, dapat meningkatkan pendapatan petani sebesar 58,2% dari pendapatn semula APLIKASI * Penggunaan pupuk dasar dikurangi 50 % dari anjuran pertanian (pupuk berimbang) Pupuk Dasar Pertama dalam 1 Ha v Urea = 75 Kgv KCL = 25 Kg v TSP = 40 Kg v Za = 15 Kg v Dolomit = 10 Kg Pupuk Dasar Keduav Urea = 50 Kg v KCL = 25 Kg
* Cara Penggunaan Pupuk Super BIOTA plus * Untuk penggunaan pada bibit jagung terlebih dahulu direndam 3-6 jam * dengan diosis 1 tutup botol Super BIOTA plus dicampur * dengan 7 liter air. * 1 tutup botol Super BIOTA plus dicampurkan 7 liter air * kemudian dicampur diember terlebih dahulu, lalu diaduk secara merata masukkan ke tangki sprayer (kapasitas disesuaikan). * Penyemprotan pertama (1) pada umur 15 hari setelah tanam dan penyemprotan ke dua (2) pada umur 30 hari dan penyemprotan ke tiga (3) pada umur 45 hari. * Usahakan pada setiap kali penyemprotan harus basah dan merata secara keseluruhan dari akar hingga ke daun, buah dan batang, sehingga bisa habis terpakai 1 botol Super BIOTA plus untuk 1 kali penyemprotan dalam 1 Ha, jadi dibutuhkan 3 botol Super BIOTA plus untuk 1 Ha dalam 3 kali penyemprotan. * Penyemprotan dilakukan pada waktu pagi hari jam 07.00 - 10.00* dan sore hari jam 15.00 - 18.00
Analisis biaya selengkapnya Download disini file.pdf
|